Ditulis : 28-02-09 BREAKING NEWS of the 59th Smada anniversary Oleh: susi/humas
Kegembiraan mewarnai wajah setiap insan SMA 2 Purwokerto pada hari ini, Jum’at tanggal 27 Februari 2009. Suara riang dan celoteh para siswa dan guru mengiringi langkah mereka baik sebagai peserta maupun yuri lomba ke tempat masing-masing yang telah ditentukan oleh panitia. Hari ini adalah hari pertama dari 2 hari efektif yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menyongsong hari ulang tahun SMA 2 yang ke 59.
Kegiatan ulang tahun yang diberi nama ”BAWOR” (Big Action and Wonderful in Smadha’s Anniversary) dan bertema “Sains, Social and Art” pagi hari ini hingga sore nanti dilaksanakan seluruhnya di SMA 2 Purwokerto. Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan hari ini sebagian besar bersifat intern dan satu kegiatan yang dilaksanakan pada sore nanti bersifat ekstern yaitu pertandingan persahabatan sepak bola.
Sabrina Nurkandia Briyandini, siswi kelas XI IIA 6, selaku ketua panitia kegiatan mengatakan kepada humas sekolah bahwa pihaknya akan selalu berusaha melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Ini terbukti ketika diminta untuk selalu memberi tahu tentang dimulainya suatu lomba, si pemilik suara serak –serak basah ini selalu mengirim info lewat ponselnya.
“Bu, lomba menghias kue 10 menit lagi dimulai.” “Bu, lomba debat bahasa Indonesia di lantai 2 barusan dimulai.” dsb.
Ketika staf humas sekolah yang diberi tugas untuk meliput acara hari itu keluar dari ruang guru, tampak sebagian besar peserta lomba menghias kue telah menempati tempat masing-masing sesuai dengan nomor tempat yang diperoleh peserta lewat undian. Mereka berderet di teras kelas sepanjang ruang 4 sampai14. Greget lomba terasa sangat menggigit dilihat dari semangat para peserta maupun para pendukungnya. Lomba ini diikuti oleh perwakilan kelas X sampai kelas XII, masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang.
Gilang, satu-satunya siswa, mewakili kelas XII IPA 3, tampak begitu trampil menghias kue bahu membahu bersama 2 siswi dalam kelompoknya untuk menghasilkan sebuah kue cantik sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Mereka sesekali berhenti bekerja untuk berdiskusi sambil melihat gambar kue yang mereka disain bersama. “Bingung bu, menempatkan bawor dan logo sekolahnya.” Kata Gilang kepada peliput.“Iya bu, melukis diatasnya juga susah, habis rotinya kecil.” Sambung Ninu, teman sekelompoknya.
Sementara itu di 5 tempat lainnya juga sedang berlangsung lomba. Peliput segera naik ke lantai 2 untuk meliput lomba debat berbahasa Indonesia. Tampaknya lomba sudah dimulai sejak beberapa waktu yang lalu. Para pendebat dari kelompok positif maupun negative sedang panas panasnya adu argumentasi. “Ini peserta lomba no undian 3, bu dengan permasalahan Tari jaipong terkena undang-undang pornografi dan pornoaksi.” Mukaromah koordinator lomba ini menjelaskan kepada peliput. Para yuri yang terdiri dari 3 guru bahasa Indonesia kelihatan sangat serius mencermati para pendebat. Duduk di belakang mereka adalah para penonton yang terdiri dari siswa siswi kelas X sampai dengan kelas XII. Mereka dengan antusias mengikuti lomba ini.
Allohu akbar .... Allohu akbar.... suasana hening di mushola dipecahkan oleh kumandang suara adzan dari salah satu peserta lomba adzan. Sementara para yuri dan peserta yang menunggu giliran tampil, duduk rapi melingkar merapat dinding bagian dalam mushola. Sambil melepas sepatu peliput mengucapkan salam dan minta ijin kepada koordinator untuk meliput lomba ini. “Berapa pesertanya?” tanya peliput.”Sementara ini baru 19 belas yang daftar, nanti sehabis istirahat insyaAlloh akan dibuka kembali pendaftaran berikutnya.” Jelasnya. Satu persatu peserta berikutnya dipanggil oleh yuri untuk unjuk kemampuan mereka dalam melantunkan adzan.
Di depan mushola persis yakni di ruang 17 sedang berlangsung lomba membuat poster islami dengan tema yang sedang aktual saat ini “Palestina”. Peserta yang berasal dari siswa - siswi kelas X sampai XII ini tampak dengan tertib dan antusias mengikuti lomba. Tampak beberapa siswa sampai berkeringat. Ada yang baru saja selesai membuat sket ada yang sudah mulai mewarnai dengan menggunakan krayon. Lomba yang bernafaskan religi ini cukup banyak pesertanya. Menurut peliput tema ini cukup menantang mengingat untuk menuangkan ide kedalam sebuah poster yang pas sekaligus indah tidak mudah karena peserta harus punya pengetahuan cukup tentang permasalahan Palestina dan musuh abadinya zionis Israel.
Rupanya ini ruang kelas terakhir yang digunakan untuk lomba hari ini, adalah ruang 30. Ibu Mukmiyati selaku guru pengampu mapel agama Islam menjadi yuri dalam lomba tartil ini. Hampir seluruh perwakilan kelas mengirmkan wakilnya dalam lomba ini. Peserta lomba ini didominasi oleh siswi. Di ruang ini tidak beda dengan lomba yang berlangsung di mushola, suasana hening dan menyejukkan.
Lomba yang terakhir untuk hari ini barang kali paling heboh dibanding dengan lomba-lomba yang lain ditinjau dari tempat, objek dan sistim kerja pesertanya yang unik. Tempatnya mengambil parkiran sekolah bagian belakang. Objeknya adalah tembok sepanjang kamar mandi dan seluruh tembok keliling parkiran sepeda motor siswa. Pesertanya adalah kelompok perwakilan kelas yang terdiri dari 4 orang, bebas, bisa campuran dari siswa dan siswi. Ketika peliput bertanya kepada peserta yang tampak kerja kroyokan, Muadzin salah satu pesrta wakil dari kelas XI IPA 4 mengatakan: “Kalau tidak dibantu teman sekelas selain peserta, berat bu. Ini mengamplas temboknya saja lama dan tidak segera selesai, sangat kasar ....” “Teman-teman yang bukan peserta hanya membantu hal- hal yang sifatnya tidak action langsung di atas kanvas, seperti mencampur cat misalnya.” imbuhnya sambil melanjutkan mengoles cat di kanvas yang sudah selesai dibuat sketsanya. Kemudian peliput menuju ke arah barat. Kelompok perwakilan dari kelas XII IPA 6 terdiri dari 3 siswi sedang kesulitan menebalkan sketsa yang mereka buat. Kata mereka temboknya harus benar-benar halus agar cat bisa nempel. “Kok hanya bertiga?” tanya peliput. “Sedang mengambil kuas, bu.” Jawab Rizka yang kerudungnya penuh dengan butiran-butiran cat tembok akibat dari pengamplasan yang dilakukannya tadi. “Terus kalau siang begini baru sekian persen hasilnya, bagaimana nanti?” “Waktunya kan sampai besuk bu, kita sif-sifan sistim kerjanya. Kalau hanya berempat berat.” Kata Fahmi teman sekelas Rizka. “Rizka dan 3 teman kami yang kali ini kerja, nanti sore istirahat. Diteruskan nanti sore mungkin sampai malam oleh sekelompok anak laki – laki dari kelas kami. Besuk paginya Rizka dan kelompoknya giliran lagi, finishing .....” lanjut Fahmi.
Greget semangat kerja sama antar anggota dalam kelompok perwakilan kelas dan teman-teman sekelas sangat kental disini. Terlihat jelas dinamika kehidupan remaja yang positif edukatif di sekolah seiring keterlibatan mereka dalam mengikuti lomba-lomba untuk menyongsong ulang tahun sekolah yang ke 59. Bravo SMA2 Purwokerto!
|